Setelah sesi perkenalan pada pertemuan pertama, Kamis ini
(23/01/14) menjadi pendalaman terhadap feature itu sendiri. Anggap saja
pertemuan ini adalah sesi bersahabat dengan feature. Bagaimana sifat sang feature,
dan bagaimana menjadi dekat dengan jenis tulisan unik ini. Sebagai pembuka
pertemuan, mas Adi membagikan ‘tubuh’ feature kepada peserta yang hadir.
Pre-Writing
Sebuah tulisan atau karya pasti memiliki karakternya
masing-masing. Seperti halnya angka-angka dalam rumus matematis, jenis tulisan pun
terutama non-fiksi berkelompok dalam kategori yang berbeda-beda. Dalam karya
jurnalistik, bentuk umum yang berbeda disebut News dan Views yang terbagi-bagi
lagi menjadi jenis tulisan yang lebih spesifik.
Jenis tulisan bentuk News dibagi berdasarkan derajat berita,
cara peliputan, kedalaman berita, teknik penulisan, wilayah, dan spesialisasi
dalam bidang tertentu. Sedangkan Views menyajikan opini atau pendapat, dan ulasan
atas suatu topik yang dapat disajikan ke dalam jenis yang berbeda-beda. Seperti
tajuk rencana, artikel, kolom, dan lain-lain.
Tulisan feature dapat dikatakan sebagai pengembangan dari
bentuk Views yang memiliki bentuk penyajian yang unik. Seperti yang dijelaskan
oleh mas Adi, keunikan feature dapat dihasilkan dari unsur-unsur pembangun
tulisan yang sama sekali tak terduga. Contoh sederhananya, dalam menentukan sudut
pandang masalah dalam tulisan. Jika berita menyajikan topik banjir yang sedang
hangat dengan menuliskan korban-korban, sejauh mana pemerintah turun tangan,
atau keadaan di TKP, di dalam feature kita dapat menuliskan seseorang yang
justru dapat mengais rejeki lebih banyak di saat banjir seperti tukang
pemulung, ojek perahu, dan lainnya yang sama sekali berbeda.
“salah satu sifat dasar feature yang menjadikannya sebuah
tulisan unik adalah tulisan yang dihasilkan tidak akan pernah terasa basi.” Sahut
mentor berambut gondrong itu.
Selain menentukan sudut pandang masalah, yang harus
dilakukan pertama kali dalam menulis feature adalah menentukan atau mengetahui
sejauh mana fokus yang akan dibangun dalam tulisan. Menurut Zaky, hal tersebut
penting dilakukan karena akan memudahkan proses penulisan nantinya, lalu berlanjut
pada menggali bahan yang dibutuhkan dengan observasi, wawancara, dan mencari
sumber data yang relevan (dapat dipercaya).
Writing
Layaknya tulisan kebanyakan, sebuah judul pasti di letakkan
di awal tulisan, tidak mungkin di akhir kan (hehehe). Tentunya feature pun
begitu. Hanya saja pada prosesnya, menentukan judul dalam feature dapat dilakukan
setelah tulisan selesai dibuat. Di dalam feature judul juga menjadi sebuah
nilai jual dari bentuk tulisan itu sendiri. Harus berkenaan dengan fakta yang
ada dalam berita tetapi tidak menjelaskan isi berita. Memilih kata yang ringkas
dan menarik perhatian pembaca.
Selain judul tulisan, perbedaan lain terletak pada lead (pembuka/teras)
berita. Lead dalam feature dapat disajikan ke dalam beberapa jenis seperti
bercerita, pengandaian, pertanyaan, kutipan, dan paparan deskriptif. Kedudukan lead
pada feature pun menentukan semenarik apa tulisan itu bagi pembaca. Berkaitan dengan
judul, lead yang tepat dalam feature dapat meningkatkan rasa penasaran pembaca pada
saat mereka melirik tulisan itu pertama kali.
Selanjutnya adalah isi berita. Fokus masalah yang dipaparkan
jangan sampai menyimpang. Memilih diksi dan tatanan kalimat yang menarik memang
penting, namun tetap harus sesuai dengan fakta yang didapatkan. Kalimat-kalimat
pembangun berita pun sebaiknya adalah kalimat sederhana yang pendek namun
kronologis.
“sebaiknya menggunakan kalimat aktif. Dengan menggunakan
kalimat aktif akan mempermudah dalam meneruskan tulisan daripada kalimat pasif
yang biasanya membuat kalimat lanjutannya mati.” Ujar Adi.
Membangun penutup tulisan dalam feature pun dapat disajikan
dengan bentuk yang bermacam-macam, seperti bentuk ringkasan, penutup yang
menyengat, bentuk klimaks, atau penutup yang mengambang.
Post-Writing
Sebuah prosedur akhir dari proses menulis adalah editing. Proses
editing terbagi ke dalam dua tahap yaitu editing isi dan editing redaksional. Dalam
tahapan ini, sang penulis membaca ulang keseluruhan tulisan dan meneliti
kalimat atau paragraf yang digunakan. Apakah terlalu panjang, atau tidak
berkaitan. Pemilihan kata pun dilihat ulang, apakah penggunaan kata sudah
sesuai atau berlebihan. Apakah isi tulisan sudah sesuai dengan visi, tidak mengandung SARA dan lain sebagainya.
----
Setelah mendalami cukup lama, para peserta pun tenggelam dalam pemahamannya masing-masing. Sebagai keberlanjutan dari pertemuan kali ini, mas Adi dan Zaky memberikan tugas khusus untuk pertemuan berikutnya yaitu... terjun ke lapangan! :)
Bookmark this post: |

No comments:
Post a Comment