Seperti di angkatan-angkatan sebelumnya, pada akhir silabus
pertemuan selalu akan ada final project. Sebuah karya agung hasil pembelajaran
dari seluruh pertemuan dan kemudian di sidangkan sebagai pertanggung-jawaban. Proses
sidang karya nantinya tidak akan terpaku kepada hasil, tetapi juga proses
kreatif selama karya tersebut dibuat. Dimulai dari latar belakang pemilihan
topik, proses pengumpulan data, riset, dan aspek lainnya.
Setelah menempuh tujuh angkatan, kelas menulis feature angkatan
kedelapan kali ini lebih diawasi secara ketat oleh sang mentor Adi dalam
melangkah menuju final. Belajar dari angkatan sebelumnya, angkatan kedelapan
ini sudah memulai fokus pada final project di pertemuan ke enam. Dimulai dari
mengangkat tema atau topik karya, lalu di uraikan secara terbuka baik oleh
teman-teman peserta kelas maupun oleh sang mentor.
Sugi memilih topik yang langsung fokus, satu titik, dengan
satu masalah inti yang diangkat dalam berbagai sisi dan sudut pandang
penulisan. Ia memilih topik ‘nelayan sampah sungai citarum’. Sedangkan Bobi
memilih ‘underground dan saparua’ menurut Adi, topik yang Bobi pilih masih
terlalu luas, pengekerucutan fokus pada topiknya masih diperlukan dalam
pertemuan ini. Dengan metode sederhana yang tokcer Adi menuliskan topik pilihan
Bobi pada selembar kertas kemudian menggambar peta pikiran dari topik tersebut.
Teman-teman peserta lain membantu Bobi dalam menemukan fokus yang akan diangkat
nantinya.
Lain Sugi, lain Bobi, lain pula ketiga perserta cantik ini,
Ratna, Meitha, dan Langit. Mereka memilih tema besar dari kesastraan namun
dengan pemilihan topik yang berlainan sama sekali. Meitha pada mulanya ingin
mengangkat sebuah resort indah di Bali namun urung karena setelah ditelaah
hanya bisa menghasilkan sedikit sekali fokus yang menarik. Ia akhirnya memilih
topik seorang penulis sastra wangi ‘Djenar Maesa Ayu’ untuk projectnya. Masih tentang
sastra, perempuan manis asal Garut, Ratna, memilih topik ‘pameran sastra solo’
sebagai benih karya finalnya nanti. Lalu dari sudut pandang pembaca sastra,
Langit memilih topik ‘pembajakan buku’. Sungguh sangat menarik!
Pertemuan ditutup dengan bekal ‘mentah’ dari topik
masing-masing peserta untuk kemudian dibawa pulang dan tentunya mulai dieksekusi
menuju sebuah karya agung dalam feature. :)
Dini Zakia
Dini Zakia
Bookmark this post: |

No comments:
Post a Comment