Monday, January 25, 2010

Sejarah Tobucil Bagian 4: Pindah ke Kyai Gede Utama 8


R.E. Hartanto sedang memberikan materi workshop cetak dua warna di KGU 8

Dalam kondisi keuangan minus, datang tawaran untuk menggarap Jiffest Travelling di Bandung. Tawaran ini membantu keuangan tobucil untuk membayar uang sewa dan menyiapkan toko baru di Kyai Gede Utama 8 (KGU 8), selain dari tambahan uang pribadi pengurus yang tersisa.

Kondisi ruangan yang lebih kecil dan rumah, membuat interior toko harus dirombak total dari konsep lama ketika masih di Trimatra Center dulu. Natsir dan Henne, dua orang teman yang berprofesi sebagai desainer interior, membantu merancang interior toko yang fungsional sebagai display sekaligus gudang stok. Penggarapan rak dan funiture lain, dilakukan oleh Zhason, saudara laki-laki saya, dengan maksud menghemat biaya membuatan setting interior tobucil yang baru.

Kompas Minggu dan halaman pustakaloka memuat publikasi tentang Tobucil dengan alamat yang baru. Padahal beres-beres dari tempat lama ke tempat baru, belum selesai dilakukan. Publikasi ini sangat membantu mempromosikan keberadaan tobucil di tempat yang baru. Pelanggan-pelanggan tobucil pun segera berdatangan. Reopening Tobucil di KGU 8, dilakukan dengan ditandai pameran Shock N Wave yang merupakan sinergi pertama Tobucil dan Bandung Center for New Media Arts di KGU 8. Serta pertama kalinya, ruang serba guna di sebelah Tobucil diperkenalkan dengan nama Common Room kepada publik.

Perubahan kondisi ruang, membuat strategi promosi Tobucil harus mengalami perubahan. Kegiatan klab menjadi pilihan yang tepat dan realistis. Pilihan kegiatan klab mulai di perbanyak. Klab hobi seperti merajut dan origami, klab nonton dan klab belajar memberi pilihan lain sekaligus perluasan segmen pasar tobucil berdasarkan minat. Selain itu, pertimbangan promosi low budget high impact menjadi pertimbangan yang paling realistis. [bersambung]

Baca juga:
Sejarah Tobucil Bagian 1
Sejarah Tobucil Bagian 2
Sejarah Tobucil Bagian 3

Ditulis oleh Tarlen Handayani, Pendiri dan Program Director Tobucil & Klabs
Google Twitter FaceBook

0 komentar:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin